Itulah pertanyaan yang selalu timbul di dalam benak ku hingga saat ini. Semua itu berawal di pertengahan 2005, tahun yang mengubah hidup ku sepenuhnya. Kuinjakkan kakiku di Bumi Bandung Tercinta dan tanpa sadar ku telah terjun terlalu jauh ke dalam dunia nyata.
alim, kejujuran menjadi kebohongan, kemunafikan, penipu dan ditipu, mengemis, penjilat dan dijilat, menjadi kacung dan menjadi pemimpin, persahabatan, kasih sayang... cinta... nafsu... pengkhianatan... pesimis... atheis... hedonis...
Semua itu telah menyadarkan ku, bahwa selama ini aku tak lebih dari sebuah robot, hanya mengikuti arus, mengikuti perintah, tidak punya prinsip...(dulu) beragama hanyalah sekedar cari aman...cinta hanyalah nafsu....nafsu berujung pada pengkhianatan...dan ku jatuh...ke titik NOL...ku bukan lagi berjalan tak tentu arah...tapi diam di tempat...dengan tali gantungan di leher dan ujung pistol di pelipis, menunggu aba-aba...
Tapi ternyata Tuhan masih menginginkanku...Keluarga...Sahabat...dan Seseorang...
Melalui mereka, Tuhan masih memberikan kasih sayang-Nya.
Aku sedang mencoba bangkit, kupotong tali di leher, kutepis pistol, ku berjalan...
mencoba mencari jati diriku sendiri, dan ternyata ku tidak mulai dari NOL, karena aku telah lebih kuat dari sebelumnya, pengalaman yang telah menempaku
semua itu demi Allah SWT, demi Mereka yang masih percaya denganku, demi seseorang yang kusayangi, dan terutama demi diriku sendiri.